Yang Saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Herawati Boediono, para tamu undangan, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri, para pemuka agama Buddha dan segenap umat Buddha di seluruh tanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Salam sejahtera dan salam bahagia bagi segenap umat Buddha dan bagi kita semua.
Kita bersyukur karena pada malam yang membahagiakan ini dapat menghadiri perayaan Dharmasanti Waisak Nasional umat Buddha Indonesia Tahun 2555. Atas nama negara dan pemerintah, serta selaku pribadi, saya ingin menyampaikan selamat Waisak disertai salam horrmat dan salam bahagia kepada segenap umat Buddha di seluruh Indonesia. Berbahagialah di Hari Raya Waisak, hari yang disucikan dan dimuliakan oleh umat Buddha di berbagai penjuru dunia. Semoga peringatan Hari Waisak tahun ini dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi umat Buddha di seluruh tanah air.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebagaimana kita ketahui bersama, ritual Trisuci Waisak yang dirayakan oleh umat Buddha di seluruh dunia dimaksudkan untuk memperingati tiga peristiwa penting dan sakral dalam agama Buddha, yaitu lahirnya Siddhartha Gautama, diperolehnya kesadaran agung yang dicapai oleh Sang Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama. Siklus kehidupan Sang Buddha inilah yang menjadi teladan bagi umat Buddha di seluruh dunia.
Perjalanan spiritual yang dialami Sidharta Gautama syarat dengan nilai-nilai keteladanan, tekad yang kuat untuk meraih martabat dan kesempurnaan hidup, sikap yang tidak terbelenggu oleh ego, dan hawa nafsu, serta mengedepankan sinergi antara kecerdasan dan keluasan wawasan dengan keluhuran batin dan akhlak mulia. Nilai-nilai keteladanan Sang Buddha yang syarat makna itu tetap lestari dan relevan hingga saat ini, sekaligus menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi umat Buddha.
Saudara-saudara,
Pendalaman nilai-nilai universal dari ajaran agama Buddha dapat memberikan kekuatan batin bagi umatnya dalam membina kehidupan berlandaskan pegangan moral yang kokoh, kesadaran keagamaan yang tinggi dan kekayaan rohani yang lestari. Kita ingin membangun bangsa yang kokoh pegangan moralnya, sejahtera kehidupan sosial ekonominya dan kuat penguasaan ilmu dan teknologinya, hingga dapat tampil sebagai bangsa yang unggul dan maju, bangsa yang siap bersaing dengan bangsa-bangsa lain di kancah global.
Karena itulah, tema yang diangkat pada perayaan Waisak pada tahun ini, yaitu, “Mencari kebahagiaan dan kedamaian dari dalam diri sendiri”, saya nilai tepat. Tema ini mengajak umat Buddha untuk merenungkan nilai-nilai luhur yang diteladankan oleh Sidharta Gautama. Tema ini juga memberi inspirasi dan pedoman dalam menjalani kehidupan untuk mencari kedamaian dan kebahagiaan hakiki. Kebahagiaaan dan kedamaian akan tercipta, jika kita menjauhkan diri dari kebencian, kecemasan, dan ketakutan. Kebahagiaan dan kedamaian akan terbangun dengan menumbuhsuburkan kasih sayang, toleransi dan persaudaraan. Kebahagiaan akan dapat dinikmati dengan kesucian rohani. Dan dalam gerak kehidupan kita, kebahagiaan dan kedamaian merupakan sumber kekuatan yang mampu menghasilkan energi positif menuju kehidupan bangsa yang sejahtera, aman, tenteram, dan damai.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional tahun ini terasa sangat istimewa karena berdekatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-103. Hari yang amat bersejarah bagi bangsa kita. Hari yang menandai semangat kebangkitan, kebersamaan, dan persatuan di antara segenap warga bangsa. Lebih dari satu abad yang lampau para pendahulu kita telah menancapkan tonggak bersejarah untuk menanamkan kesadaran bersama akan pentingnya bangkit sebagai sebuah bangsa yang bersatu, merdeka, dan berdaulat.
Kita patut bersyukur, 100 tahun berselang dari tonggak awal kebangkitan nasional, bangsa kita mampu berdiri tegak, tumbuh, berkembang, dan makin maju. Sebagai bangsa yang pandai bersyukur, tentu kita harus mensyukuri karunia Tuhan ini. Bangsa kita saat ini telah berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Bangsa kita saat ini telah menunjukkan tingkat kemakmuran yang semakin baik. Peran bangsa kita juga makin penting dan semakin diperhitungkan di forum regional dan global.
Memang harus kita akui, persoalan bangsa yang kita hadapi semakin hari tidaklah semakin mudah. Adalah tugas kita bersama mulai dari jajaran pemerintah, para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan segenap komponen bangsa untuk bekerja lebih keras bagi kemajuan bangsa dan negara kita. Siapa lagi yang akan membawa bangsa dan negara kita ke arah yang lebih baik, selain bangsa kita sendiri. Siapa lagi yang akan mencari solusi atas berbagai persoalan, jika bukan kita sendiri.
Kita tidak boleh hanya pandai mencerca dan menyalahkan, tetapi mari kita berikan solusi. Pemerintah dengan tulus dan tangan terbuka, membuka pintu dan pikiran untuk setiap saat menerima pandangan dan masukan dari siapa pun, termasuk dari pemuka agama. Alangkah bersyukurnya kita semua, jika semua pihak sungguh bersedia menjadi bagian dari solusi dan sebaliknya tidak justru menciptakan persoalan-persoalan baru.
Saudara-saudara,
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Waisak tahun ini, sekali lagi, saya mengajak segenap umat Buddha di seluruh tanah air untuk meneladani nilai-nilai universal dari dharma yang diajarkan Sang Buddha. Mari kita tinggalkan sikap mementingkan diri sendiri. Mari kita suburkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Mari kita ciptakan suasana kehidupan nasional yang rukun, yang damai, dan yang harmonis. Mari kita bangun semangat kerja keras yang dilandasi sikap kekeluargaan, kegotong-royongan dan tolong-menolong dengan sesama warga bangsa.
Kepada para Pemuka Agama, saya mengajak untuk mengedepankan kearifan, kewibawaan, dan kemuliaan dalam menghadapi berbagai persoalan. Saya sungguh berharap para tokoh agama dapat memainkan peran utama untuk memberikan pencerahan, pencerdasan, dan keteladanan kepada umatnya. Sungguh mulia adanya jika para pemuka agama senantiasa memberikan pernyataan yang menenteramkan, mendamaikan dan memberikan motivasi kepada umatnya untuk terus bersikap optimis dan berpikir positif, seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita.
Kepada segenap jajaran perwakilan umat Buddha Indonesia, WALUBI, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas peran aktif dan partisipasinya dalam membimbing dan membina umat Buddha di tanah air. Saya amat berterima kasih atas sumbangan pemikiran, dorongan semangat dan doa yang tulus bagi kemaslahatan, ketenteraman dan kemajuan bangsa dan negara kita.
Terima kasih. Akhirnya kepada umat Buddha di seluruh tanah air, sekali lagi, saya sampaikan salam hormat dan salam bahagia di Hari Suci Waisak yang mulia ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kecerahan hati dan kejernihan berpikir kepada segenap umat Buddha di hari yang amat dimuliakan ini.
Selamat Hari Waisak 2555.
Terima kasih.
Catatan: Transkrip ini sudah mengalami perbaikan dari yang aslinya, contohnya pada penulisan kata Budha seharusnya yang benar adalah Buddha (dengan 2 huruf d). Kata ‘Buddha’ dengan 2 huruf ‘d’ dimana kata ini berarti Yang Sadar. Sedangkan kata ‘budha’ berarti hari ketiga atau Rabu, nama hari dalam penanggalan astrologi India dan juga nama lain dari planet Merkurius.
Leave a Comment
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
