<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sakkra&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://sakkra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sakkra.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jun 2011 15:55:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sakkra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sakkra&#039;s Blog</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sakkra.wordpress.com/osd.xml" title="Sakkra&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sakkra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Transkrip Sambutan Presiden Dalam Dharmasanti Waisak 2555</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2011/05/26/transkrip-sambutan-presiden-dalam-dharmasanti-waisak-2555/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2011/05/26/transkrip-sambutan-presiden-dalam-dharmasanti-waisak-2555/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 07:28:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Yang Saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Herawati Boediono, para tamu undangan, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri, para pemuka agama Buddha dan segenap umat Buddha di seluruh tanah air yang saya cintai dan saya banggakan, Salam sejahtera dan salam bahagia bagi segenap umat Buddha dan bagi kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=201&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Yang Saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Herawati Boediono, para tamu undangan, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri, para pemuka agama Buddha dan segenap umat Buddha di seluruh tanah air yang saya cintai dan saya banggakan,</p>
<p style="text-align:justify;">Salam sejahtera dan salam bahagia bagi segenap umat Buddha dan bagi kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bersyukur karena pada malam yang membahagiakan ini dapat menghadiri perayaan Dharmasanti Waisak Nasional umat Buddha Indonesia Tahun 2555. Atas nama negara dan pemerintah, serta selaku pribadi, saya ingin menyampaikan selamat Waisak disertai salam horrmat dan salam bahagia kepada segenap umat Buddha di seluruh Indonesia. Berbahagialah di Hari Raya Waisak, hari yang disucikan dan dimuliakan oleh umat Buddha di berbagai penjuru dunia. Semoga peringatan Hari Waisak tahun ini dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi umat Buddha di seluruh tanah air.<span id="more-201"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hadirin sekalian yang saya muliakan,<br />
Sebagaimana kita ketahui bersama, ritual Trisuci Waisak yang dirayakan oleh umat Buddha di seluruh dunia dimaksudkan untuk memperingati tiga peristiwa penting dan sakral dalam agama Buddha, yaitu lahirnya Siddhartha Gautama, diperolehnya kesadaran agung yang dicapai oleh Sang Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama. Siklus kehidupan Sang Buddha inilah yang menjadi teladan bagi umat Buddha di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan spiritual yang dialami Sidharta Gautama syarat dengan nilai-nilai keteladanan, tekad yang kuat untuk meraih martabat dan kesempurnaan hidup, sikap yang tidak terbelenggu oleh ego, dan hawa nafsu, serta mengedepankan sinergi antara kecerdasan dan keluasan wawasan dengan keluhuran batin dan akhlak mulia. Nilai-nilai keteladanan Sang Buddha yang syarat makna itu tetap lestari dan relevan hingga saat ini, sekaligus menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi umat Buddha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara,<br />
Pendalaman nilai-nilai universal dari ajaran agama Buddha dapat memberikan kekuatan batin bagi umatnya dalam membina kehidupan berlandaskan pegangan moral yang kokoh, kesadaran keagamaan yang tinggi dan kekayaan rohani yang lestari. Kita ingin membangun bangsa yang kokoh pegangan moralnya, sejahtera kehidupan sosial ekonominya dan kuat penguasaan ilmu dan teknologinya, hingga dapat tampil sebagai bangsa yang unggul dan maju, bangsa yang siap bersaing dengan bangsa-bangsa lain di kancah global.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah, tema yang diangkat pada perayaan Waisak pada tahun ini, yaitu, “Mencari kebahagiaan dan kedamaian dari dalam diri sendiri”, saya nilai tepat. Tema ini mengajak umat Buddha untuk merenungkan nilai-nilai luhur yang diteladankan oleh Sidharta Gautama. Tema ini juga memberi inspirasi dan pedoman dalam menjalani kehidupan untuk mencari kedamaian dan kebahagiaan hakiki. Kebahagiaaan dan kedamaian akan tercipta, jika kita menjauhkan diri dari kebencian, kecemasan, dan ketakutan. Kebahagiaan dan kedamaian akan terbangun dengan menumbuhsuburkan kasih sayang, toleransi dan persaudaraan. Kebahagiaan akan dapat dinikmati dengan kesucian rohani. Dan dalam gerak kehidupan kita, kebahagiaan dan kedamaian merupakan sumber kekuatan yang mampu menghasilkan energi positif menuju kehidupan bangsa yang sejahtera, aman, tenteram, dan damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadirin sekalian yang saya muliakan,<br />
Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional tahun ini terasa sangat istimewa karena berdekatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-103. Hari yang amat bersejarah bagi bangsa kita. Hari yang menandai semangat kebangkitan, kebersamaan, dan persatuan di antara segenap warga bangsa. Lebih dari satu abad yang lampau para pendahulu kita telah menancapkan tonggak bersejarah untuk menanamkan kesadaran bersama akan pentingnya bangkit sebagai sebuah bangsa yang bersatu, merdeka, dan berdaulat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita patut bersyukur, 100 tahun berselang dari tonggak awal kebangkitan nasional, bangsa kita mampu berdiri tegak, tumbuh, berkembang, dan makin maju. Sebagai bangsa yang pandai bersyukur, tentu kita harus mensyukuri karunia Tuhan ini. Bangsa kita saat ini telah berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Bangsa kita saat ini telah menunjukkan tingkat kemakmuran yang semakin baik. Peran bangsa kita juga makin penting dan semakin diperhitungkan di forum regional dan global.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang harus kita akui, persoalan bangsa yang kita hadapi semakin hari tidaklah semakin mudah. Adalah tugas kita bersama mulai dari jajaran pemerintah, para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan segenap komponen bangsa untuk bekerja lebih keras bagi kemajuan bangsa dan negara kita. Siapa lagi yang akan membawa bangsa dan negara kita ke arah yang lebih baik, selain bangsa kita sendiri. Siapa lagi yang akan mencari solusi atas berbagai persoalan, jika bukan kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak boleh hanya pandai mencerca dan menyalahkan, tetapi mari kita berikan solusi. Pemerintah dengan tulus dan tangan terbuka, membuka pintu dan pikiran untuk setiap saat menerima pandangan dan masukan dari siapa pun, termasuk dari pemuka agama. Alangkah bersyukurnya kita semua, jika semua pihak sungguh bersedia menjadi bagian dari solusi dan sebaliknya tidak justru menciptakan persoalan-persoalan baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara,<br />
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Waisak tahun ini, sekali lagi, saya mengajak segenap umat Buddha di seluruh tanah air untuk meneladani nilai-nilai universal dari dharma yang diajarkan Sang Buddha. Mari kita tinggalkan sikap mementingkan diri sendiri. Mari kita suburkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Mari kita ciptakan suasana kehidupan nasional yang rukun, yang damai, dan yang harmonis. Mari kita bangun semangat kerja keras yang dilandasi sikap kekeluargaan, kegotong-royongan dan tolong-menolong dengan sesama warga bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada para Pemuka Agama, saya mengajak untuk mengedepankan kearifan, kewibawaan, dan kemuliaan dalam menghadapi berbagai persoalan. Saya sungguh berharap para tokoh agama dapat memainkan peran utama untuk memberikan pencerahan, pencerdasan, dan keteladanan kepada umatnya. Sungguh mulia adanya jika para pemuka agama senantiasa memberikan pernyataan yang menenteramkan, mendamaikan dan memberikan motivasi kepada umatnya untuk terus bersikap optimis dan berpikir positif, seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada segenap jajaran perwakilan umat Buddha Indonesia, WALUBI, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas peran aktif dan partisipasinya dalam membimbing dan membina umat Buddha di tanah air. Saya amat berterima kasih atas sumbangan pemikiran, dorongan semangat dan doa yang tulus bagi kemaslahatan, ketenteraman dan kemajuan bangsa dan negara kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih. Akhirnya kepada umat Buddha di seluruh tanah air, sekali lagi, saya sampaikan salam hormat dan salam bahagia di Hari Suci Waisak yang mulia ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kecerahan hati dan kejernihan berpikir kepada segenap umat Buddha di hari yang amat dimuliakan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Hari Waisak 2555.<br />
Terima kasih.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Catatan:</strong> Transkrip ini sudah mengalami perbaikan dari yang aslinya, contohnya pada penulisan kata Budha <strong>seharusnya yang benar</strong> adalah Buddha (dengan 2 huruf d). Kata &#8216;Buddha&#8217; dengan 2 huruf &#8216;d&#8217; dimana kata ini berarti Yang Sadar. Sedangkan kata &#8216;budha&#8217; berarti hari ketiga atau Rabu, nama hari dalam penanggalan astrologi India dan juga nama lain dari planet Merkurius.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=201&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2011/05/26/transkrip-sambutan-presiden-dalam-dharmasanti-waisak-2555/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meditasi Akbar di Monas</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2011/05/17/meditasi-akbar-di-monas/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2011/05/17/meditasi-akbar-di-monas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 00:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[Waisak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka Waisak Nasional 2011 , Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) menggelar kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya untuk merayakan Waisak. Dengan mengusung tema: “Meditasi Cinta Kasih dan Doa Bersama Untuk Kedamaian dan Keselamatan Bangsa”, KASI mengadakan kegiatan doa dan meditasi bersama yang diadakan di Monas. Monas dipilih sebagai tempat pelaksanaan Waisak Nasional 2555 B.E [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=199&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam rangka <a title="Waisak Nasional 2011" href="http://berita.bhagavant.com/2011/05/08/kasi-adakan-waisak-nasional-2011-di-monas.html" target="_blank"><strong>Waisak Nasional 2011</strong></a> , Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) menggelar kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya untuk merayakan Waisak. Dengan mengusung tema: “Meditasi Cinta Kasih dan Doa Bersama Untuk Kedamaian dan Keselamatan Bangsa”, KASI mengadakan kegiatan doa dan meditasi bersama yang diadakan di Monas. Monas dipilih sebagai tempat pelaksanaan Waisak Nasional 2555 B.E bersama KASI ini karena Monas adalah simbol monumen nasional dimana diharapkan umat Buddha bisa memancarkan doa dan pengharapan ke seluruh nusantara sehingga bangsa Indonesia bisa sedikit terhindar dari bencana. Selengkapnya silahkan mengakses : <a title="Waisak Nasional 2011" href="http://berita.bhagavant.com/2011/05/08/kasi-adakan-waisak-nasional-2011-di-monas.html" target="_blank"><strong>Waisak Nasional 2011</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=199&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2011/05/17/meditasi-akbar-di-monas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemenang Indonesia Mencari Bakat I</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/24/pemenang-indonesia-mencari-bakat-i/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/24/pemenang-indonesia-mencari-bakat-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 16:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia mencari bakat]]></category>
		<category><![CDATA[Klantink]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 8 bulan mengikuti kompetisi, akhirnya Klantink menjadi pemenang dari IMB 2010 (Indonesia Mencari Bakat I) yang diselenggarakan oleh Trans TV dengan perolehan suara 50,03%. Dan pesaingnya yaitu Putri Ayu memperoleh suara 49,97%. Selamat kepada Klantink semoga tetap terus berkarya, dan mengharumkan nama Indonesia.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=166&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah hampir 8 bulan mengikuti kompetisi, akhirnya <strong>Klantink</strong> menjadi pemenang dari IMB 2010 (Indonesia Mencari Bakat I) yang diselenggarakan oleh Trans TV dengan perolehan suara 50,03%. Dan pesaingnya yaitu Putri Ayu memperoleh suara 49,97%. Selamat kepada <em>Klantink</em> semoga tetap terus berkarya, dan mengharumkan nama Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=166&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/24/pemenang-indonesia-mencari-bakat-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengonsepkan Tuhan Yang Tidak Berkonsep</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/23/mengonsepkan-tuhan-yang-tidak-berkonsep/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/23/mengonsepkan-tuhan-yang-tidak-berkonsep/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 04:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[konsep tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan di cyber space (internet), dan tidak sengaja saya menemukan artikel dalam blog yang ditulis oleh Dewi Lestari, seorang penulis yang populer dengan Novel Supernova. (psst&#8230;btw, saya belum baca novelnya hehe). Dalam artikel yang berjudul Ketuhanan Yang Ma[s]a Esa[?], Dee (nama akrab Dewi Lestari) membahas mengenai konsep tuhan yang sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=89&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan di <em>cyber space</em> (internet), dan tidak sengaja saya menemukan artikel dalam blog yang ditulis oleh <strong>Dewi Lestari</strong>, seorang penulis yang populer dengan Novel Supernova. (<span style="font-size:xx-small;">psst&#8230;btw, saya belum baca novelnya hehe</span>). Dalam artikel yang berjudul <a href="http://dee-idea.blogspot.com/2009/05/keyakinan-pada-tuhan-yang-esa-adalah.html" target="_blank">Ketuhanan Yang Ma[s]a Esa[?]</a>, Dee (nama akrab Dewi Lestari) membahas mengenai konsep tuhan yang sering kali menimbulkan suatu permasalahan tersendiri, baik dari putus hubungan sepasang kekasih sampai isu politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dee juga mempertanyakan mengenai konsep Tuhan Yang Esa bahkan membuka peluang akan ketidakberadaan Tuhan dengan mengatakan: <em>&#8220;&#8230;Termasuk, biarkan juga mereka yang mengalami tidak adanya Tuhan. Bahkan Tuhan tidak perlu dipaksakan ada, bukan?&#8221;<span id="more-89"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat banyak komentar beragam yang menanggapi tulisan Dee tersebut, dari mereka yang sependapat dengan Dee sampai mereka yang menggunakan jurus-jurus penggunaan ayat-ayat agama yang menurut saya cenderung memaksakan kehendak dan tidak <em>nyambung</em> dengan tulisan Dee yang sebenarnya mempertanyakan konsep ketuhanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu komen yang cukup menarik adalah dari  nick bernama Yahshua mengenai &#8216;<em>lost in translation</em>&#8216; dari kata &#8216;tuhan&#8217;. Namun kali ini saya tidak membahas mengenai hal ini, tetapi mengenai tanggapan Dee tentang <a href="http://dee-idea.blogspot.com/2009/05/keyakinan-pada-tuhan-yang-esa-adalah.html?showComment=1250064515240#c5226363455098609193" target="_blank">kelelahannya dengan segala konsep tuhan</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya agak sedikit tergelitik dengan jawaban Dee: <em>&#8220;Saya sendiri sudah lelah dengan segala konsep tentang Tuhan. Mau itu sederhana atau kompleks. Selama itu cuma konsep&#8230; kita tidak pernah membicarakan Tuhan. Karena menurut saya <span style="text-decoration:underline;">Tuhan hanya bisa dialami</span>. Bukan dikonsepkan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, ketika Dee mengatakan, &#8220;&#8230;<em>Tuhan hanya bisa dialami</em>&#8230;&#8221;, ini pun Dee sedang berkonsep, membuat konsep mengenai tuhan yang isi konsepnya adalah tuhan hanya bisa dialami. Selama kita masih membicarakan tuhan ini dan itu, tuhan begini dan begitu, tuhan hanya ini dan hanya itu, maka kita masih berkonsep ria mengenai tuhan. Saat kita mengatakan: &#8220;<em>tuhan itu tidak berkonsep</em>&#8220;, kita tetap masih mengonsepkan tuhan yaitu <a href="http://sakkra.wordpress.com/2010/10/23/mengonsepkan-tuhan-yang-tidak-berkonsep/"><strong>mengonsepkan tuhan yang tidak berkonsep</strong></a>. Bahkan ketika kita telah mengalami sesuatu yang &#8220;hebat&#8221; dalam pengalaman spiritual kita melalui kontemplasi, doa, meditasi atau apapun namanya, dan kita mulai menilai pengalaman itu, &#8220;<em>Oh! ini tuhan itu</em>&#8220;, maka kita pun mulai berkonsep.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu kapankah kita tidak lagi mengonsepkan tuhan? Jawabannya adalah saat kita tidak membicarakan tuhan lagi, saat kita tidak menghubung-hubungkan kehidupan kita dan segala fenomena dengan tuhan lagi, saat itulah kita tidak mengonsepkan tuhan lagi, saat itulah kita berhenti berkonsep ria akan tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kemudian muncul pertanyaan. Dapatkah kita melakukannya? <em>Yes we can!</em> (kata Obama, duh!). Namun hal ini tidaklah mudah bagi sebagian besar orang, khususnya bagi mereka yang sudah terjebak, terdogma dan melekat pada suatu konsep tuhan tertentu. Dan alasan mengapa mereka mempertahankan konsep dogma yang mereka anut adalah <strong>rasa takut</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa takut ini bisa muncul dari beberapa pemicu baik dipicu dari dogma yang isinya mengancam bagi yang meninggalkan dogma itu akan mendapat hukuman berat (<span style="font-size:xx-small;">very ridiculously huh</span> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  ), sampai pada rasa takut yang muncul dari rasa ketidakpercayaan diri sebagai manusia di tengah ketidakpastian kehidupan dan miskinnya pengetahuan dan pemahaman akan proses bekerjanya fenomena alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sekali lagi, hanya saat kita tidak menghubung-hubungkan kehidupan kita dan segala fenomena dengan tuhan lagi, saat itulah kita tidak mengonsepkan tuhan lagi, saat itulah kita berhenti berkonsep ria akan tuhan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=89&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/23/mengonsepkan-tuhan-yang-tidak-berkonsep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Finalis Grand Final Indonesia Mencari Bakat</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/10/finalis-grand-final-indonesia-mencari-bakat/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/10/finalis-grand-final-indonesia-mencari-bakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 15:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia mencari bakat]]></category>
		<category><![CDATA[Klantink]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Ayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Brandon De Angelo akhirnya harus berhenti dari panggung Indonesia Mencari Bakat (IMB) dikarenakan polling SMS yang hanya menduduki peringkat ketiga sebesar 30%.Dua peserta yang tinggal adalah Putri Ayu dan Klantink. Mungkin banyak orang yang kecewa dan bertanya-tanya akan tersingkirnya Brandon De Angelo. Tapi bagi saya tidak heran karena ada faktor &#8220;T&#8221; yang membuat Brandon De [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=79&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Brandon De Angelo</strong> akhirnya harus berhenti dari panggung Indonesia Mencari Bakat (IMB) dikarenakan polling SMS yang hanya menduduki peringkat ketiga sebesar 30%.Dua peserta yang tinggal adalah <strong>Putri Ayu</strong> dan <strong>Klantink</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin banyak orang yang kecewa dan bertanya-tanya akan tersingkirnya Brandon De Angelo. Tapi bagi saya tidak heran karena ada faktor &#8220;T&#8221; yang membuat Brandon De Angelo harus tersingkir.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=79&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/10/10/finalis-grand-final-indonesia-mencari-bakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Tuhan Tak Ada Dari Hawking Tidak Mengguncang Buddhisme</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/09/07/teori-tuhan-tak-ada-dari-hawking-tidak-mengguncang-buddhisme/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/09/07/teori-tuhan-tak-ada-dari-hawking-tidak-mengguncang-buddhisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 16:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buddhisme]]></category>
		<category><![CDATA[agama Abrahamik]]></category>
		<category><![CDATA[agama Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Buddhisme dan Sains]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[Stephen Hawking]]></category>
		<category><![CDATA[The Grand Design]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Bhagavant.com, London, Inggris – Tuhan tidak menciptakan alam semesta dan “Big Bang” (Ledakan Besar – red) merupakan konsekuensi yang tak terelakan dari hukum-hukum fisika, demikian teori baru yang diajukan oleh fisikawan terkemuka asal Inggris, Profesor Stephen Hawking yang dilaporkan oleh Reuters, Kamis 2/9/2010. &#8220;Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan menggerakkan alam semesta,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=59&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bhagavant.com,<br />
London, Inggris – Tuhan tidak menciptakan alam semesta dan “Big Bang” (Ledakan Besar – red) merupakan konsekuensi yang tak terelakan dari hukum-hukum fisika, demikian teori baru yang diajukan oleh fisikawan terkemuka asal Inggris, Profesor Stephen Hawking yang dilaporkan oleh Reuters, Kamis 2/9/2010.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan menggerakkan alam semesta,&#8221; demikian tulis Hawking dalam ringkasan bukunya yang dimuat di harian Inggris, The Times, dan juga dimuat di halaman New York Daily News.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori yang terdapat dalam buku terbaru Hawking berjudul “The Grand Design” ini, diakui atupun tidak, telah menggucang dan mengejutkan serta menuai reaksi keras dari banyak pihak penganut kreasionisme (kepercayaan bahwa seluruh alam semesta diciptakan oleh Tuhan) khususnya agama-agama Abrahamik, karena teori ini bertentangan dengan kepercayaan yang mereka anut selama ini. Baca selengkapnya mengenai <a href="http://berita.bhagavant.com/2010/09/06/buddhisme-tak-terguncang-saat-tuhan-tak-ada.html" target="_blank">Buddhisme Tak Terguncang Saat Tuhan Tak Ada</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=59&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/09/07/teori-tuhan-tak-ada-dari-hawking-tidak-mengguncang-buddhisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angel (In The Arms of The Angel) &#8211; Sarah McLachlan</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/08/22/angel-in-the-arms-of-the-angel-sarah-mclachlan/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/08/22/angel-in-the-arms-of-the-angel-sarah-mclachlan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 16:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lagu Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik Favorit]]></category>
		<category><![CDATA[angel]]></category>
		<category><![CDATA[In The Arms of The Angel]]></category>
		<category><![CDATA[lyric]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Sarah McLachlan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Angel (In The Arms of The Angel) Oleh: Sarah McLachlan Spend all your time waiting For that second chance For a break that would make it okay There’s always one reason To feel not good enough And it’s hard at the end of the day I need some distraction Oh beautiful release Memory seeps from [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=56&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Angel (In The Arms of The Angel)<br />
Oleh: Sarah McLachlan</strong></p>
<p>Spend all your time waiting<br />
For that second chance<br />
For a break that would make it okay<br />
There’s always one reason<br />
To feel not good enough<br />
And it’s hard at the end of the day<br />
I need some distraction<br />
Oh beautiful release<br />
Memory seeps from my veins<br />
Let me be empty<br />
And weightless and maybe<br />
I’ll find some peace tonight<span id="more-56"></span></p>
<p>In the arms of the angel<br />
Fly away from here<br />
From this dark cold hotel room<br />
And the endlessness that you fear<br />
You are pulled from the wreckage<br />
Of your silent reverie<br />
You’re in the arms of the angel<br />
May you find some comfort there</p>
<p>So tired of the straight line<br />
And everywhere you turn<br />
There’s vultures and thieves at your back<br />
And the storm keeps on twisting<br />
You keep on building the lie<br />
That you make up for all that you lack<br />
It don’t make no difference<br />
Escaping one last time<br />
It’s easier to believe in this sweet madness oh<br />
This glorious sadness that brings me to my knees</p>
<p>In the arms of the angel<br />
Fly away from here<br />
From this dark cold hotel room<br />
And the endlessness that you fear<br />
You are pulled from the wreckage<br />
Of your silent reverie<br />
You’re in the arms of the angel<br />
May you find some comfort there<br />
You’re in the arms of the angel<br />
May you find some comfort here</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=56&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/08/22/angel-in-the-arms-of-the-angel-sarah-mclachlan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih dan Berlangganan Internet</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/07/18/tips-memilih-dan-berlangganan-internet/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/07/18/tips-memilih-dan-berlangganan-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 07:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berlangganan internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet lambat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Tips sederhana ini saya berikan berdasarkan pengalaman saya yang sudah berganti-ganti beberapa perusahaan internet. Semoga tips memilih dan berlangganan internet ini berguna bagi yang sangat awam mengenai internet. Berikut tips tersebut: 1. Jangan dulu tergiur dengan harga murah. Banyak di antara kita saat melihat tulisan besar: Diskon 50%- 70% langsung terbuai dengan penawaran tersebut. Memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=43&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Tips Memilih dan Berlangganan Internet" src="http://www.pc-help-ipswich.co.uk/internet.gif" alt="Tips Memilih dan Berlangganan Internet" width="114" height="122" />Tips sederhana ini saya berikan berdasarkan pengalaman saya yang sudah berganti-ganti beberapa perusahaan internet. Semoga tips memilih dan berlangganan internet ini berguna bagi yang sangat awam mengenai internet. Berikut tips tersebut: <span id="more-43"></span><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Jangan dulu tergiur dengan harga murah.</strong></p>
<p>Banyak di antara kita saat melihat tulisan besar: Diskon 50%- 70% langsung terbuai dengan penawaran tersebut. Memang wajar saja jika kita ingin membeli barang yang murah, namun hendaknya tahan semangat menggebu kita dan lanjutkan pada tips kedua.<strong></strong></p>
<p><strong>2. Tanyakan pada penjual mengenai jangkauan area internet tersebut.</strong></p>
<p>Apakah jangkauan area internet melingkupi daerah dimana lokasi/rumah/kantor kita berada? <strong>Pertanyaan ini sangat penting</strong>. Banyak di antara kita tidak menanyakan kepada penjual mengenai hal ini. Kita sering terbuai dengan harga murah dan kecepatan yang ditawarkan dari suatu fasilitas dari perusahaan penyedia internet tersebut, dan langsung membelinya. Hasilnya, ketika fasilitas internet tersebut ternyata tidak menjangkau daerah dimana kita berdomisili, maka kecepatan internet yang kita idam-idamkan tidak pernah terwujud, bahkan internet sering mati-hidup, byar-pet, byar-pet.<strong></strong></p>
<p><strong>3. Pertimbangkan Harga dan Kecepatan.</strong></p>
<p>Setelah kita memastikan bahwa fasilitas internet tersebut menjangkau daerah dimana kita berdomisili, maka kini saatnya mempertimbangkan harga dan kecepatan internet. Semakin cepat internet tentunya semakin maka semakin mahal biaya yang perlu kita keluarkan. Untuk itu pada tahap ini ada baiknya kita membandingkan harga dan kecepatan pada setiap perusahaan internet.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=43&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/07/18/tips-memilih-dan-berlangganan-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pc-help-ipswich.co.uk/internet.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Tips Memilih dan Berlangganan Internet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Top 3 Indonesia Mencari Bakat</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/06/05/top-3-indonesia-mencari-bakat/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/06/05/top-3-indonesia-mencari-bakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 18:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Brandon de Angelo]]></category>
		<category><![CDATA[hip hop]]></category>
		<category><![CDATA[Hudson Prananjaya]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia mencari bakat]]></category>
		<category><![CDATA[Klantink]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Ayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mengikuti acara Indonesia Mencari Bakat di salah satu televisi swasta, ternyata Indonesia memang memiliki manusia yang benar-benar berpotensi luar biasa. Sukar sekali rasanya untuk memilih karena mereka mahir dalam bidangnya masing-masing. Namun, jika saya harus memilih Top 3 Indonesia Mencari Bakat (IMB), berikut 3 Top tersebut: 1. BRANDON DE ANGELO Usia: 8 tahun Bakat:Hip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=20&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah mengikuti acara <strong>Indonesia Mencari Bakat</strong> di salah satu televisi swasta, ternyata Indonesia memang memiliki manusia yang benar-benar berpotensi luar biasa. Sukar sekali rasanya untuk memilih karena mereka mahir dalam bidangnya masing-masing. Namun, jika saya harus memilih Top 3 Indonesia Mencari Bakat (IMB), berikut 3 Top tersebut:<span id="more-20"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. BRANDON DE ANGELO</strong></p>
<p><img class="alignnone" title="Brandon de Angelo" src="http://www1.transtv.co.id/public/files/117/images/BRANDON.jpg" alt="Brandon de Angelo" width="150" height="185" /></p>
<p><strong>Usia:</strong> 8 tahun</p>
<p><strong>Bakat:</strong>Hip Hop Dance</p>
<p><strong>Asal : </strong>Surabaya</p>
<p style="text-align:justify;">Dari semua peserta IMB, Brandon benar-benar mencuri perhatian dan penampilannya sangat saya tunggu-tunggu. Bukan hanya usianya masih sangat muda tapi juga kemampuannya dalam <em>dance</em> sangat luar biasa dan sangat menghibur. Setiap penampilannya membuat saya <em>speechless</em>, dan hanya berpikir, &#8220;<em>ini anak makan apa ya bisa begitu jago?</em>&#8221; Bahkan saya belum pernah melihat orang dewasa di Indonesia melakukan gerakan-gerakan keren seperti yang dilakukan oleh anak yang beraksen Jawa ini. Hanya dalam acara <em><strong>Wade Robson Project</strong></em> di MTV saja gerakan-gerakan keren seperti itu saya temukan. Setiap gerakan dance yang ia lakukan sangat pas dengan musiknya dan bisa dikatakan dinamis, berenergi dan sangat-sangat menghibur, <em>very-very cool!</em>. Pujian dari para juri pun terus mengalir, hampir tidak ada yang mencela. Dari keunikan bakat (karena dilakukan pada usia sangat muda), kelenturan dan keindahan gerakan, serta nilai hiburan, saya rasa Brandon de Angelo sangat layak mendapatkan posisi di urutan pertama dalam Top 3 Indonesia Mencari Bakat.</p>
<p><strong>2. KLANTINK</strong><br />
<img title="KLANTINK" src="http://www1.transtv.co.id/public/files/117/images/KLANTINK.jpg" alt="KLANTINK" width="150" height="185" /></p>
<p><strong>Bakat:</strong> Main Alat Musik<br />
<strong>Asal:</strong> Surabaya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. PUTRI AYU</strong><br />
<img title="Putri Ayu" src="http://www1.transtv.co.id/public/files/117/images/PUTRI-AYU.jpg" alt="Putri Ayu" width="150" height="185" /></p>
<p><strong>Usia:</strong> 13 tahun</p>
<p><strong>Bakat: </strong>Menyanyi (seriosa)</p>
<p><strong>Asal:</strong> Medan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=20&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/06/05/top-3-indonesia-mencari-bakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www1.transtv.co.id/public/files/117/images/BRANDON.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Brandon de Angelo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www1.transtv.co.id/public/files/117/images/KLANTINK.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLANTINK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www1.transtv.co.id/public/files/117/images/PUTRI-AYU.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Putri Ayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pidato Soekarno Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945</title>
		<link>http://sakkra.wordpress.com/2010/06/01/pidato-soekarno-lahirnya-pancasila-1-juni-1945/</link>
		<comments>http://sakkra.wordpress.com/2010/06/01/pidato-soekarno-lahirnya-pancasila-1-juni-1945/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakkra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lahirnya Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila NKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakkra.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pidato Soekarno di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan &#8220;Dasar (Beginsel) Negara kita&#8221;. Pendahuluan Paduka tuan Ketua yang mulia! Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menetapi permintaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=9&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pidato Soekarno di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan &#8220;Dasar (Beginsel) Negara kita&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Paduka tuan Ketua yang mulia!</p>
<p style="text-align:justify;">Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ma&#8217;af, beribu ma&#8217;af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka tuan ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: &#8220;Philosofische grondslag&#8221; dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberi tahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan &#8220;merdeka&#8221;. Merdeka buat saya ialah: &#8220;political independence&#8221;, politieke onafhankelijkheid. Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?<span id="more-9"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">Tatkala Dokuritu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang &#8211; saya katakan didalam bahasa asing, ma&#8217;afkan perkataan ini &#8211; &#8220;zwaarwichtig&#8221; akan perkara yang kecil-kecil. &#8220;Zwaarwichtig&#8221; sampai -kata orang Jawa- &#8220;njelimet&#8221;. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai njelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah berbedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai, sampai njelimet!, maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu. Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Disitu ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu!! Toch Saudi Arabia merdeka! Lihatlah pula &#8211; jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat &#8211; Soviet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Soviet, adakah rakyat soviet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah rakyat Musyik yang lebih dari pada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Soviet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Soviet itu. Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan! Maaf, P. T. Zimukyokutyoo! Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai njelimet hal ini dan itu dahulu semuanya!</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai njelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, tuan tidak akan mesngalami Indonesia merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia merdeka, &#8211; sampai dilobang kubur!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun &#8217;33 saya telah menulis satu risalah, Risalah yang bernama &#8220;Mencapai Indonesia Merdeka&#8221;. Maka di dalam risalah tahun &#8217;33 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa diseberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam, &#8211; in one night only! -, kata Armstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riad dengan 6 orang! Sesudah &#8220;jembatan&#8221; itu diletakkan oleh Ibn saud, maka diseberang jembatan, artinya kemudian dari pada itu, Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi arabia. Orang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade yaitu orang badui, diberi pelajaran oleh Ibn Saud jangan bergelandangan, dikasih tempat untuk bercocok-tanam. Nomade dirubah oleh Ibn Saud menjadi kaum tani, &#8211; semuanya diseberang jembatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet-Rusia Merdeka, telah mempunyai Djnepprprostoff , dan yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai radio-station, yang menyundul keangkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, tuan-tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah, Lenin baru mengadakan radio- station, baru mengadakan sekolahan, baru mengadakan Creche, baru mengadakan Djnepprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada tuan-tuan sekalian, janganlah tuan-tuan gentar di dalam hati, janganlah mengingat bahwa ini danitu lebih dulu harus selesai dengan njelimet, dan kalau sudah selesai, baru kita dapat merdeka. Alangkah berlainannnya tuan-tuan punya semangat, &#8211; jikalau tuan-tuan demikian -, dengan semangat pemuda-pemuda kita yang 2 milyun banyaknya. Dua milyun pemuda ini menyampaikan seruan pada saya, 2 milyun pemuda ini semua berhasrat Indonesia Merdeka Sekarang!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, pada hal semboyan Indonesia merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan &#8220;INDONESIA MERDEKA SEKARANG&#8221;. Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka sekarang, sekarang, sekarang!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyusun Indonesia merdeka, &#8211; kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar hati!. Saudara -saudara, saya peringatkan sekali lagi, Indonesia Merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar! Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon untuk merdeka, maka dengan mudah Gunseikan diganti dengan orang yang bernama Tjondro Asmoro, atau Soomubutyoo diganti dengan orang yang bernama Abdul Halim. Jikalau umpamanya Butyoo Butyoo diganti dengan orang-orang Indonesia, pada sekarang ini, sebenarnya kita telah mendapat political independence, politieke onafhankelijkheid, &#8211; in one night, di dalam satu malam! Saudara-saudara, pemuda-pemuda yang 2 milyun, semuanya bersemboyan: Indonesia merdeka, sekarang! Jikalau umpamanya Balatentera Dai Nippon sekarang menyerahkan urusan negara kepada saudara-saudara, apakah saudara-saudara akan menolak, serta berkata: mangke- rumiyin, tunggu dulu, minta ini dan itu selesai dulu, baru kita berani menerima urusan negara Indonesia merdeka?</p>
<p style="text-align:justify;">(Seruan: Tidak! Tidak)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, kalau umpamanya pada saat sekarang ini balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita, maka satu menitpun kita tidak akan menolak, sekarangpun kita menerima urusan itu, sekarangpun kita mulai dengan negara Indonesia yang Merdeka!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan menggemparkan)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, tadi saya berkata, ada perbedaan antara Soviet-Rusia, Saudi Arabia, Inggris, Amerika dll. tentang isinya: tetapi ada satu yang sama, yaitu, rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. Musyik-musyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis. Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, saudara-saudara, semua siap-sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap-sedia, masak untuk merdeka.</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh)</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata: Ah saya belum berani kawin, tunggu dulu gajih F.500. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai sendok-garpu perak satu kaset, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu &#8220;meja-makan&#8221;, lantas satu zitje, lantas satu tempat tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin. Sang klerk dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat-tidur: kawin. Sang Ndoro yang mempunyai rumah gedung, elektrische kookplaat, tempat tidur, uang bertimbun-timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig, belum tentu mana yang lebih bahagia, sang Ndoro dengan tempat tidurnya yang mentul-mentul, atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, saudara-saudara!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan, dan tertawa)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, soalnya adalah demikian: kita ini berani merdeka atau tidak?? Inilah, saudara-saudara sekalian, Paduka tuan ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian P.T. Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekaan. Saudara-saudara, jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakakan rakyat kita!! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu persatu. Di dalam Soviet-Rusia Merdeka Stalin memerdeka-kan hati bangsa Soviet-Rusia satu persatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata: kita bangsa Indonesia tidak sehat badan, banyak penyakit malaria, banyak dysenterie, banyak penyakit hongerudeem, banyak ini banyak itu. &#8220;Sehatkan dulu bangsa kita, baru kemudian merdeka&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berkata, kalau inipun harus diselesaikan lebih dulu, 20 tahun lagi kita belum merdeka. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyehatkan rakyat kita, walaupun misalnya tidak dengan kinine, tetapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. Di dalam Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita agar supaya menjadi kuat, di dalam Indonesia Merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya. Inilah maksud saya dengan perkataan &#8220;jembatan&#8221;. Di seberang jembatan, jembatan emas, inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuan-tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. Tidakkah kita mengetahui, sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh-puluh pembicara, bahwa sebenarnya internationalrecht, hukum internasional, menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun, mengadakan, mengakui satu negara yang merdeka, tidak diadakan syarat yang neko-neko, yang menjelimet, tidak!. Syaratnya sekedar bumi, rakyat, pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk internationalrecht. Cukup, saudara-saudara. Asal ada buminya, ada rakyatnya, ada pemerintahnya, kemudian diakui oleh salah satu negara yang lain, yang merdeka, inilah yang sudah bernama: merdeka. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahnya, &#8211; sudahlah ia merdeka.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah kita gentar, zwaarwichtig, lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan-bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka atau tidak?</p>
<p style="text-align:justify;">(Jawab hadirin: Mau!)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara! Sesudah saya bicarakan tentang hal &#8220;merdeka&#8221;, maka sekarang saya bicarakan tentang hal dasar.</p>
<p style="text-align:justify;">Paduka tuan Ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang paduka tuan Ketua kehendaki! Paduka tuan Ketua minta dasar, minta philosophischegrondslag, atau, jikalau kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, Paduka tuan Ketua yang mulia meminta suatu &#8220;Weltanschauung&#8221;, diatas mana kita mendirikan negara Indonesia itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita melihat dalam dunia ini, bahwa banyak negeri-negeri yang merdeka, dan banyak diantara negeri-negeri yang merdeka itu berdiri di atas suatu &#8220;Weltanschauung&#8221;. Hitler mendirikan Jermania di atas &#8220;national-sozialistische Weltanschauung&#8221;, &#8211; filsafat nasional-sosialisme telah menjadi dasar negara Jermania yang didirikan oleh Adolf Hitler itu. Lenin mendirikan negara Soviet diatas satu &#8220;Weltanschauung&#8221;, yaitu Marxistische, Historisch- materialistische Weltanschaung. Nippon mendirikan negara negara dai Nippon di atas satu &#8220;Weltanschauung&#8221;, yaitu yang dinamakan &#8220;Tennoo Koodoo Seishin&#8221;. Diatas &#8220;Tennoo Koodoo Seishin&#8221; inilah negara dai Nippon didirikan. Saudi Arabia, Ibn Saud, mendirikan negara Arabia di atas satu &#8220;Weltanschauung&#8221;, bahkan diatas satu dasar agama, yaitu Islam. Demikian itulah yang diminta oleh paduka tuan Ketua yang mulia: Apakah &#8220;Weltanschauung&#8221; kita, jikalau kita hendak mendirikan Indonesia yang merdeka?</p>
<p style="text-align:justify;">Tuan-tuan sekalian, &#8220;Weltanschauung&#8221; ini sudah lama harus kita bulatkan di dalam hati kita dan di dalam pikiran kita, sebelum Indonesia Merdeka datang. Idealis-idealis di seluruh dunia bekerja mati-matian untuk mengadakan bermacam-macam &#8220;Weltanschauung&#8221;, bekerja mati-matian untuk me&#8221;realiteitkan&#8221;"Weltanschauung&#8221; mereka itu. Maka oleh karena itu, sebenarnya tidak benar perkataan anggota yang terhormat Abikusno, bila beliau berkata, bahwa banyak sekali negara-negara merdeka didirikan dengan isi seadanya saja, menurut keadaan, Tidak! Sebab misalnya, walaupun menurut perkataan John Reed: &#8220;Soviet-Rusia didirikan didalam 10 hari oleh Lenin c.s.&#8221;, &#8211; John Reed, di dalam kitabnya:&#8221;Ten days that shook the world&#8221;, &#8220;sepuluh hari yang menggoncangkan dunia&#8221; -, walaupun Lenin mendirikan Soviet-Rusia di dalam 10 hari, tetapi &#8220;Weltanschauung&#8221;nya, dan di dalam 10 hari itu hanya sekedar direbut kekuasaan, dan ditempatkan negara baru itu diatas &#8220;Weltanschauung&#8221; yang sudah ada. Dari 1895 &#8220;Weltanschauung&#8221; itu telah disusun. Bahkan dalam revolutie 1905, Weltanschauung itu &#8220;dicobakan&#8221;, di &#8220;generale-repetitie-kan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lenin di dalam revolusi tahun 1905 telah mengerjakan apa yang dikatakan oleh beliau sendiri &#8220;generale-repetitie&#8221; dari pada revolusi tahun 1917. Sudah lama sebelum 1917, &#8220;Weltanschaung&#8221; itu disedia-sediakan, bahkan diikhtiar-ikhtiarkan. Kemudian, hanya dalam 10 hari, sebagai dikatakan oleh John Reed, hanya dalam 10 hari itulah didirikan negara baru, direbut kekuasaan, ditaruhkan kekuasaan itu di atas &#8220;Weltanschauung&#8221; yang telah berpuluh-puluh tahun umurnya itu. Tidakkah pula Hitler demikian?</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam tahun 1933 Hitler menaiki singgasana kekuasaan, mendirikan negara Jermania di atas National-sozialistische Weltanschauung. Tetapi kapankah Hitler mulai menyediakan dia punya &#8220;Weltanschauung&#8221; itu? Bukan di dalam tahun 1933, tetapi di dalam tahun 1921 dan 1922 beliau telah bekerja, kemudian mengikhtiarkan pula, agar supaya Naziisme ini, &#8220;Weltanschauung&#8221; ini, dapat menjelma dengan dia punya &#8220;Munschener Putsch&#8221;, tetapi gagal. Di dalam 1933 barulah datang saatnya yang beliau dapat merebut kekuasaan, dan negara diletakkan oleh beliau di atas dasar&#8221;Weltanschauung&#8221; yang telah dipropagandakan berpuluh-puluh tahun itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka demikian pula, jika kita hendak mendirikan negara Indonesia Merdeka, Paduka tuan ketua, timbullah pertanyaan: Apakah &#8220;Weltanschauung&#8221; kita, untuk mendirikan negara Indonesia Merdeka diatasnya? Apakah nasional-sosialisme? Apakah historisch-materialisme? Apakah San Min Chu I, sebagai dikatakan doktor Sun Yat Sen?</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka, tetapi &#8220;Weltanschauung&#8221;nya telah dalam tahun 1885, kalau saya tidak salah, dipikirkan, dirancangkan. Di dalam buku &#8220;The three people&#8221;s principles&#8221; San Min Chu I, &#8211; Mintsu, Minchuan, Min Sheng, &#8211; nasionalisme, demokrasi, sosialisme,- telah digambarkan oleh doktor Sun Yat Sen Weltanschauung itu, tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru diatas &#8220;Weltanschauung&#8221; San Min Chu I itu, yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita hendak mendirikan negara Indonesia merdeka di atas &#8220;Weltanschauung&#8221; apa? Nasional-sosialisme-kah, Marxisme-kah, San Min Chu I-kah, atau &#8220;Weltanschauung&#8217; apakah?</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara sekalian, kita telah bersidang tiga hari lamanya, banyak pikiran telah dikemukakan, &#8211; macam-macam &#8211; , tetapi alangkah benarnya perkataan dr Soekiman, perkataan Ki Bagoes Hadikoesoemo, bahwa kita harus mencari persetujuan, mencari persetujuan faham. Kita bersama-sama mencari persatuan philosophischegrondslag, mencari satu &#8220;Weltanschauung&#8221; yang kita semua setuju. Saya katakan lagi setuju! Yang saudara Yamin setujui, yang Ki Bagoes setujui, yang Ki Hajar setujui, yang sdr. Sanoesi setujui, yang sdr. Abikoesno setujui, yang sdr. Lim Koen Hian setujui, pendeknya kita semua mencari satu modus. Tuan Yamin, ini bukan compromis, tetapi kita bersama-sama mencari satu hal yang kita ber-sama-sama setujui. Apakah itu? Pertama-tama, saudara-saudara, saya bertanya: Apakah kita hendak mendirikan Indonesia merdeka untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mendirikan negara Indonesia merdeka yang namanya saja Indonesia Merdeka, tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang, untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan yang kaya, untuk memberi kekuasaan pada satu golongan bangsawan?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang disini, maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan yang demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan suatu negara &#8220;semua buat semua&#8221;. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, &#8211; tetapi &#8220;semua buat semua&#8221;. Inilah salah satu dasar pikiran yang nanti akan saya kupas lagi. Maka, yang selalu mendengung di dalam saya punya jiwa, bukan saja di dalam beberapa hari di dalam sidang Dokurutu Zyunbi Tyoosakai ini, akan tetapi sejak tahun 1918, 25 tahun yang lebih, ialah: Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar kebangsaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Pertama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya minta saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo dan saudara-saudara Islam lain: maafkanlah saya memakai perkataan &#8220;kebangsaan&#8221; ini! Sayapun orang Islam. Tetapi saya minta kepada saudara- saudara, janganlah saudara-saudara salah faham jikalau saya katakan bahwa dasar pertama buat Indonesia ialah dasar kebangsaan. Itu bukan berarti satu kebangsaan dalam arti yang sempit, tetapi saya menghendaki satu nasionalestaat, seperti yang saya katakan dalam rapat di Taman Raden Saleh beberapa hari yang lalu. Satu Nationale Staat Indonesia bukan berarti staat yang sempit. Sebagai saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo katakan kemarin, maka tuan adalah orang bangsa Indonesia, bapak tuanpun adalah orang Indonesia, nenek tuanpun bangsa Indonesia, datuk-datuk tuan, nenek-moyang tuanpun bangsa Indonesia. Diatas satu kebangsaan Indonesia, dalam arti yang dimaksudkan oleh saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo itulah, kita dasarkan negara Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu Nationale Staat! Hal ini perlu diterangkan lebih dahulu, meski saya di dalam rapat besar di Taman Raden Saleh sedikit-sedikit telah menerangkannya. Marilah saya uraikan lebih jelas dengan mengambil tempoh sedikit: Apakah yang dinamakan bangsa? Apakah syaratnya bangsa?</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Renan syarat bangsa ialah &#8220;kehendak akan bersatu&#8221;. Perlu orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu. Ernest Renan menyebut syarat bangsa: &#8220;le desir d&#8217;etre ensemble&#8221;, yaitu kehendak akan bersatu. Menurut definisi Ernest Renan, maka yang menjadi bangsa, yaitu satu gerombolan manusia yang mau bersatu, yang merasa dirinya bersatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita lihat definisi orang lain, yaitu definisi Otto Bauer, di dalam bukunya &#8220;Die Nationalitatenfrage&#8221;, disitu ditanyakan: &#8220;Was ist eine Nation?&#8221; dan jawabnya ialah: &#8220;Eine Nation ist eine aus chiksals-gemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft&#8221;. Inilah menurut Otto Bauer satu natie. (Bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib).</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kemarinpun, tatkala, kalau tidak salah, Prof. Soepomo mensitir Ernest Renan, maka anggota yang terhormat Mr. Yamin berkata: &#8220;verouderd&#8221;, &#8220;sudah tua&#8221;. Memang tuan-tuan sekalian, definisi Ernest Renan sudah &#8220;verouderd&#8221;, sudah tua. Definisi Otto Bauer pun sudah tua. Sebab tatkala Otto Bauer mengadakan definisinya itu, tatkala itu belum timbul satu wetenschap baru, satu ilmu baru, yang dinamakan Geopolitik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin, kalau tidak salah, saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo, atau Moenandar, mengatakan tentang &#8220;Persatuan antara orang dan tempat&#8221;. Persatuan antara orang dan tempat, tuan-tuan sekalian, persatuan antara manusia dan tempatnya!</p>
<p style="text-align:justify;">Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Ernest Renan dan Otto Bauer hanya sekedar melihat orangnya. Mereka hanya memikirkan &#8220;Gemeinschaft&#8221;nya dan perasaan orangnya, &#8220;l&#8217;ame et desir&#8221;. Mereka hanya mengingat karakter, tidak mengingat tempat, tidak mengingat bumi, bumi yang didiami manusia itu, Apakah tempat itu? Tempat itu yaitu tanah air. Tanah air itu adalah satu kesatuan. Allah s.w.t membuat peta dunia, menyusun peta dunia. Kalau kita melihat peta dunia, kita dapat menunjukkan dimana&#8221;kesatuan-kesatuan&#8221; disitu. Seorang anak kecilpun, jukalau ia melihat peta dunia, ia dapat menunjukkan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan. Pada peta itu dapat ditunjukkan satu kesatuan gerombolan pulau-pulau diantara 2 lautan yang besar, lautan Pacific dan lautan Hindia, dan diantara 2 benua, yaitu benua Asia dan benua Australia. Seorang anak kecil dapat mengatakan, bahwa pulau-pulau Jawa, Sumatera, Borneo, Selebes, Halmaheira, Kepulauan Sunda Kecil, Maluku, dan lain-lain pulau kecil diantaranya, adalah satu kesatuan. Demikian pula tiap-tiap anak kecil dapat melihat pada peta bumi, bahwa pulau-pulau Nippon yang membentang pada pinggir Timur benua Asia sebagai&#8221;golfbreker&#8221; atau pengadang gelombang lautan Pacific, adalah satu kesatuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Anak kecilpun dapat melihat, bahwa tanah India adalah satu kesatuan di Asia Selatan, dibatasi oleh lautan Hindia yang luas dan gunung Himalaya. Seorang anak kecil pula dapat mengatakan, bahwa kepulauan Inggris adalah satu kesatuan. Griekenland atau Yunani dapat ditunjukkan sebagai kesatuan pula, Itu ditaruhkan oleh Allah s.w.t. demikian rupa. Bukan Sparta saja, bukan Athene saja, bukan Macedonia saja, tetapi Sparta plus Athene plus Macedonia plus daerah Yunani yang lain-lain, segenap kepulauan Yunani, adalah satu kesatuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah-darah kita, tanah air kita? Menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita. Indonesia yang bulat, bukan Jawa saja, bukan Sumatera saja, atau Borneo saja, atau Selebes saja, atau Ambon saja, atau Maluku saja, tetapi segenap kepulauan uang ditunjuk oleh Allah s.w.t. menjadi suatu kesatuan antara dua benua dan dua samudera, itulah tanah air kita!</p>
<p style="text-align:justify;">Maka jikalau saya ingat perhubungan antara orang dan tempat, antara rakyat dan buminya, maka tidak cukuplah definisi yang dikatakan oeh Ernest Renan dan Otto Bauer itu. Tidak cukup &#8220;le desir d&#8217;etre ensembles&#8221;, tidak cukup definisi Otto Bauer &#8220;aus schiksalsgemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft&#8221; itu. Maaf saudara-saudara, saya mengambil contoh Minangkabau, diantara bangsa di Indonesia, yang paling ada &#8220;desir d&#8217;entre ensemble&#8221;, adalah rakyat Minangkabau, yang banyaknya kira-kira 2,5 milyun.</p>
<p style="text-align:justify;">Rakyat ini merasa dirinya satu keluarga. Tetapi Minangkabau bukan satu kesatuaan, melainkan hanya satu bahagian kecil dari pada satu kesatuan! Penduduk Yogyapun adalah merasa &#8220;le desir d&#8221;etre ensemble&#8221;, tetapi Yogyapun hanya satu bahagian kecil dari pada satu kesatuan. Di Jawa Barat rakyat Pasundan sangat merasakan &#8220;le desir d&#8217;etre ensemble&#8221;, tetapi Sundapun hanya satu bahagian kecil dari pada satu kesatuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendek kata, bangsa Indonesia, Natie Indonesia, bukanlah sekedar satu golongan orang yang hidup dengan &#8220;le desir d&#8217;etre ensemble&#8221; diatas daerah kecil seperti Minangkabau, atau Madura, atau Yogya, atau Sunda, atau Bugis, tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang, menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh s.w.t., tinggal dikesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung Utara Sumatra sampai ke Irian! Seluruhnya!, karena antara manusia 70.000.000 ini sudah ada &#8220;le desir d&#8217;etre enemble&#8221;, sudah terjadi &#8220;Charaktergemeinschaft&#8221;! Natie Indonesia, bangsa Indonesia, ummat Indonesia jumlah orangnya adalah 70.000.000, tetapi 70.000.000 yang telah menjadi satu, satu, sekali lagi satu!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan hebat).</p>
<p style="text-align:justify;">Kesinilah kita semua harus menuju: mendirikan satu Nationale staat, diatas kesatuan bumi Indonesia dari Ujung Sumatera sampai ke Irian. Saya yakin tidak ada satu golongan diatara tuan-tuan yang tidak mufakat, baik Islam maupun golongan yang dinamakan &#8220;golongan kebangsaan&#8221;. Kesinilah kita harus menuju semuanya. Saudara-saudara, jangan orang mengira bahwa tiap-tiap negara merdeka adalah satu nationale staat! Bukan Pruisen, bukan Beieren, bukan Sakssen adalah nationale staat, tetapi seluruh Jermanialah satu nationale staat. Bukan bagian kecil-kecil, bukan Venetia, bukan Lombardia, tetapi seluruh Italialah, yaitu seluruh semenanjung di Laut Tengah, yang diutara dibatasi pegunungan Alpen, adalah nationale staat. Bukan Benggala, bukan Punjab, bukan Bihar dan Orissa, tetapi seluruh segi-tiga Indialah nanti harus menjadi nationale staat.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula bukan semua negeri-negeri di tanah air kita yang merdeka dijaman dahulu, adalah nationale staat. Kita hanya 2 kali mengalami nationale staat, yaitu di jaman Sri Wijaya dan di zaman Majapahit. Di luar dari itu kita tidak mengalami nationale staat. Saya berkata dengan penuh hormat kepada kita punya raja-raja dahulu, saya berkata dengan beribu-ribu hormat kepada Sultan Agung Hanyokrokoesoemo, bahwa Mataram, meskipun merdeka, bukan nationale staat. Dengan perasaan hormat kepada Prabu Siliwangi di Pajajaran, saya berkata, bahwa kerajaannya bukan nationale staat. Dengan persaan hormat kepada Prabu Sultan Agung Tirtayasa, berkata, bahwa kerajaannya di Banten, meskipun merdeka, bukan satu nationale staat. Dengan perasaan hormat kepada Sultan Hasanoedin di Sulawesi yang telah membentuk kerajaan Bugis, saya berkata, bahwa tanah Bugis yang merdeka itu bukan nationale staat.</p>
<p style="text-align:justify;">Nationale staat hanya Indonesia seluruhnya, yang telah berdiri dijaman Sri Wijaya dan Majapahit dan yang kini pula kita harus dirikan bersama-sama. Karena itu, jikalau tuan-tuan terima baik, marilah kita mengambil sebagai dasar Negara yang pertama: KebangsaanIndonesia. Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatera, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali, atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat. Maaf, Tuan Lim Koen Hian, Tuan tidak mau akan kebangsaan? Di dalam pidato Tuan, waktu ditanya sekali lagi oleh Paduka Tuan fuku-Kaityoo, Tuan menjawab: &#8220;Saya tidak mau akan kebangsaan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">TUAN LIM KOEN HIAN : Bukan begitu. Ada sambungannya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">TUAN SOEKARNO : Kalau begitu, maaf, dan saya mengucapkan terima kasih, karena tuan Lim Koen Hian pun menyetujui dasar kebangsaan. Saya tahu, banyak juga orang-orang Tionghoa klasik yang tidak mau akan dasar kebangsaan, karena mereka memeluk faham kosmopolitisme, yang mengatakan tidak ada kebangsaan, tidak ada bangsa. Bangsa Tionghoa dahulu banyak yang kena penyakit kosmopolitisme, sehingga mereka berkata bahwa tidak ada bangsa Tionghoa, tidak ada bangsa Nippon, tidak ada bangsa India, tidak ada bangsa Arab, tetapi semuanya &#8220;menschheid&#8221;, &#8220;peri kemanusiaan&#8221;. Tetapi Dr. Sun Yat Sen bangkit, memberi pengajaran kepada rakyat Tionghoa, bahwa a d a kebangsaan Tionghoa! Saya mengaku, pada waktu saya berumur 16 tahun, duduk di bangku sekolah H.B.S. diSurabaya, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. Baars, yang memberi pelajaran kepada saya, &#8211; katanya: jangan berfaham kebangsaan, tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia, jangan mempunyai rasa kebangsan sedikitpun. Itu terjadi pada tahun 17. Tetapi pada tahun 1918, alhamdulillah, ada orang lain yang memperingatkan saya, &#8211; ialah Dr SunYat Sen! Di dalam tulisannya &#8220;San Min Chu I&#8221; atau &#8220;The Three People&#8217;s Principles&#8221;, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan oleh A. Baars itu. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan, oleh pengaruh &#8220;The Three People&#8221;s Principles&#8221; itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka oleh karena itu, jikalau seluruh bangsa Tionghoa menganggap Dr. Sun Yat Sen sebagai penganjurnya, yakinlah, bahwa Bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan hormat-sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr. Sun Yat Sen, &#8211; sampai masuk kelobang kubur.</p>
<p style="text-align:justify;">(Anggauta-anggauta Tionghoa bertepuk tangan).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Kedua</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara. Tetapi &#8230;&#8230;.. tetapi &#8230;&#8230;&#8230;.. memang prinsip kebangsaan ini ada bahayanya! Bahayanya ialah mungkin orang meruncingkan nasionalisme menjadi chauvinisme, sehingga berfaham &#8220;Indonesia uber Alles&#8221;. Inilah bahayanya! Kita cinta tanah air yang satu, merasa berbangsa yang satu, mempunyai bahasa yang satu. Tetapi Tanah Air kita Indonesia hanya satu bahagian kecil saja dari pada dunia! Ingatlah akan hal ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Gandhi berkata: &#8220;Saya seorang nasionalis, tetapi kebangsaan saya adalah perikemanusiaan &#8220;My nationalism is humanity&#8221;. Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinisme, sebagai dikobar-kobarkan orang di Eropah, yang mengatakan&#8221;Deutschland uber Alles&#8221;, tidak ada yang setinggi Jermania, yang katanya, bangsanya minulyo, berambut jagung dan bermata biru, &#8220;bangsa Aria&#8221;, yang dianggapnya tertinggi diatas dunia, sedang bangsa lain-lain tidak ada harganya. Jangan kita berdiri di atas azas demikian, Tuan-tuan, jangan berkata, bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulya, serta meremehkan bangsa lain. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bukan saja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa. Justru inilah prinsip saya yang kedua. Inilah filosofisch principe yang nomor dua, yang saya usulkan kepada Tuan-tuan, yang boleh saya namakan &#8220;internasionalime&#8221;. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme, bukanlah saya bermaksud kosmopolitisme, yang tidak mau adanya kebangsaan, yang mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nippon, tidak ada Birma, tidak ada Inggris, tidak ada Amerika, dan lain-lainnya. Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman-sarinya internasionalisme. Jadi, dua hal ini, saudara-saudara, prinsip 1 dan prinsip 2, yang pertama-tama saya usulkan kepada tuan-tuan sekalian, adalah bergandengan erat satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Ketiga</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, apakah dasar yang ke-3? Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara &#8220;semua buat semua&#8221;, &#8220;satu buat semua, semua buat satu&#8221;. Saya yakin syarat yang mutlak untuk kuatnya negara In-donesia ialah permusyawaratan perwakilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk pihak Islam, inilah tempat yang terbaik untuk memelihara agama. Kita, sayapun, adalah orang Islam, &#8212; maaf beribu-ribu maaf, keislaman saya jauh belum sempurna, &#8212; tetapi kalau saudara-saudara membuka saya punya dada, dan melihat saya punya hati, tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan hati Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan hati Islam Bung karno ini, ingin membela Islam dalam mufakat, dalam permusyawaratan. Dengan cara mufakat, kita perbaiki segala hal, juga keselamatan agama, yaitu dengan jalan pembicaraan atau permusyawaratan di dalam Badan Perwakilan Rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa-apa yang belum memuaskan, kita bicarakan di dalam permusyawaratan. Badan perwakilan, inilah tempat kita untuk mengemukakan tuntutan-tuntutan Islam. Disinilah kita usulkan kepada pemimpin-pemimpin rakyat, apa-apa yang kita rasa perlu bagi perbaikan. Jikalau memang kita rakyat Islam, marilah kita bekerja sehebat-hebatnya, agar-supaya sebagian yang terbesar dari pada kursi-kursi badan perwakilan Rakyat yang kita adakan, diduduki oleh utusan Islam. Jikalau memang rakyat Indonesia rakyat yang bagian besarnya rakyat Islam, dan jikalau memang Islam disini agama yang hidup berkobar-kobar didalam kalangan rakyat, marilah kita pemimpin-pemimpin menggerakkan segenap rakyat itu, agar supaya mengerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan Islam ke dalam badan perwakilan ini. Ibaratnya badan perwakilan Rakyat 100 orang anggautanya, marilah kita bekerja, bekerja sekeras-kerasnya, agar supaya 60, 70, 80, 90 utusan yang duduk dalam perwakilan rakyat ini orang Islam, pemuka-pemuka Islam. dengan sendirinya hukum-hukum yang keluar dari badan perwakilan rakyat itu, hukum Islam pula. Malahan saya yakin, jikalau hal yang demikian itu nyata terjadi, barulah boleh dikatakan bahwa agama Islam benar-benar h i d u p di dalam jiwa rakyat, sehingga 60%, 70%, 80%, 90% utusan adalah orang Islam, pemuka-pemuka Islam, ulama-ulama Islam. Maka saya berkata, baru jikalau demikian, baru jikalau demikian, hiduplah Islam Indonesia, dan bukan Islam yang hanya diatas bibirsaja. Kita berkata, 90% dari pada kita beragama Islam, tetapi lihatlah didalam sidang ini berapa % yang memberikan suaranya kepada Islam? Maaf seribu maaf, saya tanya hal itu! Bagi saya hal itu adalah satu bukti, bahwa Islam belum hidup sehidup-hidupnya di dalam kalangan rakyat. Oleh karena itu, saya minta kepada saudara-saudara sekalian, baik yang bukan Islam, maupun terutama yang Islam, setujuilah prinsip nomor 3 ini, yaitu prinsip permusyawaratan, perwakilan. Dalam perwakilan nanti ada perjoangan sehebat-hebatnya. Tidak ada satu staat yang hidup betul-betul hidup, jikalau di dalam badan-perwakilannya tidak seakan-akan bergolak mendidih kawah Candradimuka, kalau tidak ada perjoangan faham di dalamnya. Baik di dalam staat Islam, maupun di dalam staat kristen, perjoangan selamanya ada. Terimalah prinsip nomor 3, prinsip mufakat, prinsip perwakilan rakyat! Di dalam perwakilan rakyat saudara-saudara islam dan saudara-saudara kristen bekerjalah sehebat- hebatnya. Kalau misalnya orang kristen ingin bahwa tiap-tiap letter di dalam peraturan-peraturan negara Indonesia harus menurut Injil, bekerjalah mati-matian, agar suapaya sebagian besar dari pada utusan-utusan yang masuk badan perwakilan Indonesia ialah orang kristen, itu adil, &#8211; fair play!. Tidak ada satu negara boleh dikatakan negara hidup, kalau tidak ada perjoangan di dalamnya. Jangan kira di Turki tidak ada perjoangan. Jangan kira dalam negara Nippon tidak ada pergeseran pikiran. Allah subhanahuwa Ta&#8217;ala memberi pikiran kepada kita, agar supaya dalam pergaulan kita sehari-hari, kita selalu bergosok, seakan-akan menumbuk membersihkan gabah, supaya keluar dari padanya beras, dan beras akan menjadi nasi Indonesia yang sebaik-baiknya. Terimalah saudara-saudara, prinsip nomor 3, yaitu prinsip permusyawaratan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Keempat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Priinsip No. 4 sekarang saya usulkan, Saya di dalam 3 hari ini belum mendengarkan prinsip itu, yaitu prinsip kesejahteraan , prinsip: tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka. Saya katakan tadi: prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu, Min Chuan, Min Sheng: nationalism, democracy, sosialism. Maka prinsip kita harus: Apakah kita mau Indonesia Merdeka, yang kaum kapitalnya merajalela, ataukah yang semua rakyat sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang-pangan kepadanya? Mana yang kita pilih, saudara-saudara? Jangan saudara kira, bahwa kalau Badan Perwakilan Rakyat sudah ada, kita dengan sendirinya sudah mencapai kesejahteraan ini. Kita sudah lihat, di negara-negara Eropah adalah Badan Perwakilan, adalah parlementaire democracy. Tetapi tidakkah diEropah justru kaum kapitalis merajalela?</p>
<p style="text-align:justify;">Di Amerika ada suatu badan perwakilan rakyat, dan tidakkah di Amerika kaum kapitalis merajalela? Tidakkah di seluruh benua Barat kaum kapitalis merajalela? Padahal ada badan perwakilan rakyat! Tak lain tak bukan sebabnya, ialah oleh karena badan- badan perwakilan rakyat yang diadakan disana itu, sekedar menurut resepnya Franche Revolutie. Tak lain tak bukan adalah yang dinamakan democratie disana itu hanyalah politie-kedemocratie saja; semata-mata tidak ada sociale rechtvaardigheid, &#8212; tak ada keadilan sosial, tidak ada ekonomische democratie sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, saya ingat akan kalimat seorang pemimpin Perancis, Jean Jaures, yang menggambarkan politieke democratie. &#8220;Di dalam Parlementaire Democratie, kata Jean Jaures, di dalam Parlementaire Democratie, tiap-tiap orang mempunyai hak sama. Hak politiek yang sama, tiap orang boleh memilih, tiap-tiap orang boleh masuk di dalam parlement. Tetapi adakah Sociale rechtvaardigheid, adakah kenyataan kesejahteraan di kalangan rakyat?&#8221; Maka oleh karena itu Jean Jaures berkata lagi: &#8220;Wakil kaum buruh yang mempunyai hak politiek itu, di dalam Parlement dapat menjatuhkan minister. Ia seperti Raja! Tetapi di dalam dia punya tempat bekerja, di dalam paberik, &#8211; sekarang ia menjatuhkan minister, besok dia dapat dilempar keluar ke jalan raya, dibikin werkloos, tidak dapat makan suatu apa&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah keadaan yang demikian ini yang kita kehendaki?</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, saya usulkan: Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politiek-ecomische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimakksud dengan faham Ratu Adil, ialah sociale rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia-baru yang di dalamnya a d a keadilan di bawah pimpinan Ratu Adil. Maka oleh karena itu, jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat mencinta rakyat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, yaitu bukan saja persamaan politiek, saudara-saudara, tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara, badan permusyawaratan yang kita akan buat, hendaknya bukan badan permusyawaratan politieke democratie saja, tetapi badan yang bersama dengan ma-syarakat dapat mewujudkan dua prinsip: politieke rechtvaardigheid dan sociale rechtvaardigheid.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita akan bicarakan hal-hal ini bersama-sama, saudara-saudara, di dalam badan permusyawaratan. Saya ulangi lagi, segala hal akan kita selesaikan, segala hal! Juga di dalam urusan kepada negara, saya terus terang, saya tidak akan memilih monarchie. Apa sebab? Oleh karena monarchie &#8220;vooronderstelt erfelijkheid&#8221;, &#8211; turun-temurun. Saya seorang Islam, saya demokrat karena saya orang Islam, saya meng-hendaki mufakat, maka saya minta supaya tiap-tiap kepala negara pun dipilih. Tidakkah agama Islam mengatakan bahwa kepala-kepala negara, baik kalif, maupun Amirul mu&#8217;minin, harus dipilih oleh Rakyat? Tiap-tiap kali kita mengadakan kepala negara, kita pilih. Jikalau pada suatu hari Ki Bagus Hadikoesoemo misalnya, menjadi kepala negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan automatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip monarchie itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Kelima</strong><br />
apakah prinsip ke-5?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya telah mengemukakan 4 prinsip:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Kebangsaan Indonesia.<br />
2. Internasionalisme, &#8211; atau peri-kemanusiaan.<br />
3. Mufakat, &#8211; atau demukrasi.<br />
4. Kesejahteraan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada &#8220;egoisme-agama&#8221;. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan!</p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan sebagian hadirin).</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Muhammad s.a.w. telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama-agama lain. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima dari pada Negara kita, ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa!</p>
<p style="text-align:justify;">Disinilah, dalam pangkuan azas yang kelima inilah, saudara- saudara, segenap agama yang ada di Indonesia sekarang ini, akan mendapat tempat yang sebaik-baiknya. Dan Negara kita akan bertuhan pula!</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah, prinsip ketiga, permufakatan, perwakilan, disitulah tempatnya kita mempropagandakan idee kita masing-masing dengan cara yang berkebudayaan!</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Muhammad s.a.w. telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama-agama lain. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima dari pada Negara kita, ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa!</p>
<p style="text-align:justify;">Disinilah, dalam pangkuan azas yang kelima inilah, saudara- saudara, segenap agama yang ada di Indonesia sekarang ini, akan mendapat tempat yang sebaik-baiknya. Dan Negara kita akan bertuhan pula!</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah, prinsip ketiga, permufakatan, perwakilan, disitulah tempatnya kita mempropagandakan idee kita masing-masing dengan cara yang berkebudayaan!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pancasila</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-saudara! &#8220;Dasar-dasar Negara&#8221; telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat disini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai Panca Inderia. Apa lagi yang lima bilangannya?</p>
<p style="text-align:justify;">(Seorang yang hadir: Pendawa lima).</p>
<p style="text-align:justify;">Pendawapun lima oranya. Sekarang banyaknya prinsip; kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan dan ketuhanan, lima pula bilangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namanya bukan Panca Dharma, tetapi &#8211; saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Panca Sila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuktangan riuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Atau, barangkali ada saudara-saudara yang tidak suka akan bilangan lima itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya boleh peras, sehingga tinggal 3 saja. Saudara-saudara tanya kepada saya, apakah &#8220;perasan&#8221; yang tiga itu? Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar-dasarnya Indonesia Merdeka, Weltanschauung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme, kebangsaan dan peri-kemanusiaan, saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan demokrasi yang bukan demokrasi barat, tetapi politiek- economische demokratie, yaitu politieke demokrasi dengan sociale rechtvaardigheid, demokrasi dengan kesejahteraan, saya peraskan pula menjadi satu: Inilah yang dulu saya namakan socio-democratie. Tinggal lagi ketuhanan yang menghormati satu sama lain. Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socio-nationalisme, socio-demokratie, dan ketuhanan. Kalau Tuan senang kepada simbolik tiga, ambillah yang tiga ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi barangkali tidak semua Tuan-tuan senang kepada trisila ini, dan minta satu, satu dasar saja? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu. Apakah yang satu itu?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gotong Royong</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tadi telah saya katakan: kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus men-dukungnya. Semua buat semua! Bukan kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Van Eck buat indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, &#8211; semua buat semua ! Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan &#8220;gotong-royong&#8221;. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong! Alangkah hebatnya! Negara Gotong Royong!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh rendah).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gotong Royong&#8221; adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari &#8220;kekeluargaan&#8221;, saudara-saudara! Kekeluargaan adalah satu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota yang terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe. Marilah kita menyelesaikan karyo, gawe, pekerjaan, amal ini, bersama-sama ! Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuktangan riuh rendah).</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip Gotong Royong diatara yang kaya dan yang tidak kaya, antara yang Islam dan yang kr****n, antara yang bukan Indonesia tulen dengan peranakan yang menjadi bangsa Indonesia. Inilah, saudara-saudara, yang saya usulkan kepada saudara-saudara.</p>
<p style="text-align:justify;">Pancasila menjadi Trisila, Trisila menjadi Eka Sila. Tetapi terserah kepada tuan-tuan, mana yang Tuan-tuan pilih: trisila, ekasila ataukah pancasila? Is i n y a telah saya katakan kepada saudara-saudara semuanya. Prinsip-prinsip seperti yang saya usulkan kepada saudara-saudara ini, adalah prinsip untuk Indonesia Merdeka yang abadi. Puluhan tahun dadaku telah menggelora dengan prinsip-prinsip itu. Tetapi jangan lupa, kita hidup didalam masa peperangan, saudara- saudara. Di dalam masa peperangan itulah kita mendirikan negara Indonesia, &#8211; di dalam gunturnya peperangan! Bahkan saya mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah Subhanahu wata&#8217;ala, bahwa kita mendirikan negara Indonesia bukan di dalam sinarnya bulan purnama, tetapi di bawah palu godam peperangan dan di dalam api peperangan. Timbullah Indonesia Merdeka, Indonesia yang gemblengan, Indonesia Merdeka yang digembleng dalam api peperangan, dan Indonesia Merdeka yang demikian itu adalah negara Indonesia yang kuat, bukan negara Indonesia yang lambat laun menjadi bubur. Karena itulah saya mengucap syukur kepada Allah s.w.t.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung dengan itu, sebagai yang diusulkan oleh beberapa pembicara-pembicara tadi, barangkali perlu diadakan noodmaatregel, peraturan bersifat sementara. Tetapi dasarnya, isinya Indonesia Merdeka yang kekal abadi menurut pendapat saya, haruslah Panca Sila. Sebagai dikatakan tadi, saudara-saudara, itulah harus Weltanschauung kita. Entah saudara- saudara mufakatinya atau tidak, tetapi saya berjoang sejak tahun 1918 sampai 1945 sekarang ini untuk Weltanschauung itu. Untuk membentuk nasionalistis Indonesia, untuk kebangsaan Indonesia; untuk kebangsaan Indonesia yang hidup di dalam peri-kemanusiaan; untuk permufakatan; untuk sociale rechtvaardigheid; untuk ke-Tuhananan. Panca Sila, itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya sejak berpuluh-puluh tahun. Tetapi, saudara-saudara, diterima atau tidak, terserah saudara-saudara. Tetapi saya sendiri mengerti seinsyaf- insyafnya, bahwa tidak satu Weltaschauung dapat menjelma dengan sendirinya, menjadi realiteit dengan sendirinya. Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan, menjadi realiteit, jika tidak dengan perjoangan!</p>
<p style="text-align:justify;">Janganpun Weltanschauung yang diadakan oleh manusia, jangan pun yang diadakan Hitler, oleh Stalin, oleh Lenin, oleh Sun Yat Sen! &#8220;De Mensch&#8221;, &#8212; manusia! &#8211;, harus perjoangkan itu. Zonder perjoangan itu tidaklah ia akan menjadi realiteit! Leninisme tidak bisa menjadi realiteit zonder perjoangan seluruh rakyat Rusia, San Min Chu I tidak dapat menjadi kenyataan zonder perjoangan bangsa Tionghoa, saudara-saudara! Tidak! Bahkan saya berkata lebih lagi dari itu: zonder perjoangan manusia, tidak ada satu hal agama, tidak ada satu cita-cita agama, yang dapat menjadi realiteit. Janganpun buatan manusia, sedangkan perintah Tuhan yang tertulis di dalam kitab Qur&#8217;an, zwart op wit (tertulis di atas kertas), tidak dapat menjelma menjadi realiteit zonder perjoangan manusia yang dinamakan ummat Islam. Begitu pula perkataan-perkataan yang tertulis didalam kitab Injil, cita-cita yang termasuk di dalamnya tidak dapat menjelma zonder perjoangan ummat kr****n.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Panca Sila yang saya usulkan itu, menjadi satu realiteit, yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationali- teit yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, yang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup diatas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman, dengan ke-Tuhanan yang luas dan sempurna, &#8211;janganlah lupa akan syarat untuk menyeleng-garakannya, ialah perjoangan, perjoangan, dan sekali lagi pejoangan. Jangan mengira bahwa dengan berdirinya negara Indonesia Merdeka itu perjoangan kita telah berakhir. Tidak! Bahkan saya berkata: Di-dalam Indonesia Merdeka itu perjoangan kita harus berjalan t e r u s, hanya lain sifatnya dengan perjoangan sekarang, lain coraknya. Nanti kita, bersama-sama, sebagai bangsa yang bersatu padu, berjoang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Panca Sila. Dan terutama di dalam zaman peperangan ini, yakinlah, insyaflah, tanamkanlah dalam kalbu saudara-saudara, bawa Indonesia Merdeka tidak dapat datang jika bangsa Indonesia tidak mengambil risiko, &#8212; tidak berani terjun menyelami mutiara di dalam samudera yang sedalam-dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak menekad-mati-matian untuk mencapai merdeka, tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya, sampai keakhir jaman! Kemerdekaan hanya- lah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa, yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad &#8220;Merdeka, &#8212; merdeka atau mati&#8221;!</p>
<p style="text-align:justify;">(Tepuk tangan riuh)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara-sauadara! Demikianlah saya punya jawab atas pertanyaan Paduka Tuan Ketua. Saya minta maaf, bahwa pidato saya ini menjadi panjang lebar, dan sudah meminta tempo yang sedikit lama, dan saya juga minta maaf, karena saya telah mengadakan kritik terhadap catatan Zimukyokutyoo yang saya anggap&#8221;verschrikkelijk zwaarwichtig&#8221; itu. Terima kasih!</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Sumber: LAHIRNYA PANCASILA, Penerbit Guntur,Yogjakarta, Cetakan kedua (1949). (Cetakan pertama 1947).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sakkra.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sakkra.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sakkra.wordpress.com&amp;blog=13857697&amp;post=9&amp;subd=sakkra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakkra.wordpress.com/2010/06/01/pidato-soekarno-lahirnya-pancasila-1-juni-1945/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d4e730be5f52e9180e9b279cc2c087?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sakkra</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
